Kisah-Kisah

Thursday, March 02, 2006

Kapolwil: Bus Tak Layak Jalan


Penyebab kecelakaan bus di Ponorogo yang merenggut lima korban rombongan dari Gereja Katolik Bintaran (GKB) Yogyakarta mulai terkuak.
Tim gabungan Polwil Madiun dan Polres Ponorogo menyimpulkan bahwa kondisi minibus mili PO Semeru Yogyakarta itu tidak layak jalan. Hal itu diungkapkan Kapolwil Madiun Kombes Edy Kusuma W, Senin (27/10). Orang nomor satu di jajaran Polwil Madiun itu mengatakan minibus yang kecelakaan tidak sesuai dengan keterangan dalam STNK dan surat uji kir.
Pada STNK dan uji kir tercatat bahwa bus bermesin Mazda. Namun kenyataannya bus bermesin Hyundai dengan keterangan Colt Diesel.
“Ini berarti bus itu tidak layak jalan. Namun kenyataannya, bus itu digunakan membawa rombongan dari Yogyakarta ke Ponorogo, “ ungkap Edy Kusuma kepada wartawan, Senin (27/10).
Dengan temuan itu, lanjut Edy, kesalahan dapat ditimpakan kepada sopir (Buang Harun Sucipto) dan pemilik bus. Buang kini sedang dirawat di Rumah Sakit Darmayu Ponorogo, sedangkan pengusaha bus masih berada di Yogyakarta.
“Baik sopir, maupun pemilik bus akan kami periksa. Mengapa bus yang tidak layak jalan masih dipakai dan disewakan, “ papar Edy.
Selain bus tidak layak jalan, kata Edy, bus mengalami kecelakaan karena rem blong. Saat meniti jalan yang menurun dan menukik tajam di kawasan hutan KPH Pulung, Ponorogo, sopir berusaha menganti gigi tiga ke gigi satu, namun gagal.
Selain itu, seperempat jalan di tempat kejadian dalam keadaan longsor. “Sebenarnya jalan ini sering dilewati wisatawan yang hendak ke sumber suci Bunda Maria. Tetapi, mengapa adanya tanah longsor hanya ditandai dengan patok bambu”, tanya Edy.
Saat Surya berada di lokasi kecelakaan kemarin siang, bus bernopol AB 9892 AA yang masuk jurang berkedalaman sekitar 5 meter telah berhasil diderek. Menderek minibus warna hijau tua itu, tim Derlaka (Derek Kecelakaan Lalu Lintas) Polres Madiun menemui kesulitan. Setelah berjerih payah sejak pukul 08.00 WIB, mereka baru berhasil mengangkat bus pada pukul 10.00 WIB.
Ratusan warga di sekitar kejadian berbondong-bondong menyaksikan lokasi musibah, 25 kilometer dari pusat kota. Lima jenazah korban sudah dibawa ke Yogyakarta dengan menggunakan ambulance milik RS Panti Rapih Yogyakarta, Senin (27/10) pukul 04.00 WIB dari RSUD Ponorogo.
Kelima korban adalah Ny. Imam Santosa, 45, Ny. Ninik, 35, Pulung Sujani, 60, Ny. Sukarman, 50 dan Ny. Sukayantini (bukan Ny. Marwoto, seperti diberitakan kemarin).
Data di RSUD, RS Aisyah dan RS Darmayu menyebutkan, selain lima korban tewas, tujuh korban lainnya luka berat dan sisanya luka ringan. Yang luka ringan sudah diperbolehkan pulang ke Yogyakarta, sedangkan tujuh korban luka berat masih dirawat di RS Ponorogo. Korban luka berat dirawat di RSUD (1), RS Aisyah (1) dan RS Darmayu (5).
“Saya masih menunggui calon suami yang terpaksa menjalani operasi. Saya sebenarnya bukan anggota GKB. Saya diajak calon mertua untuk ziarah ke Bunda Maria, Ponorogo, “ tutur Lani, kepada Surya di RS Darmayu. Lani mengaku bersyukur karena terhindar dari maut. (Surya 28/10/2003)

0 Comments:

Post a Comment

<< Home